Resep Menulis
Resume ke-3
Tema : Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku untuk berprestasi
Narasumber : Rita Wati, S.Kom
Moderator : Rosminiyati
Gelombang ke!-25
Menulis itu seperti seorang chef yang meramu masakan. Kalau kurang bumbu rasanya hambar, kebanyakan bumbu hasilnya terasa enek, dikasih ke orang lain testernya jangankan dicicipi ngelihat tampilanya malas, tutup hidung.😩 begitupun tulisan kalau terlalu panjang alias bertele-tele yang baca pasti bosan alhasil masuk tong sampah. Mewek sepanjang abad?? No..no...no...sedih boleh tapi hanya sesaat " show must go on"
Ada berbagai tips dari bunda guru Rita Wati yang sangat luar biasa dalam menularkan kebaikan menulis. Pertama jelas semangat konsisten untuk menulis. Percuma lah ikutan kelas menulis, ikut grup khusus hobi nulis, dan membaca buku yang berkaitan dengan seluk-beluk menulis tapi gak mau, gak pede untuk mencoba menulis takut memublikasikan hasilnya ( pasti hilang semua ilmu kalau gak diterapkan). Saya dengar, saya baca., Saya tulis.
Kedua ; nulis saban hari walau cuma sebaris karena dikit dikit jadi gunung , kalau bukit masih kecil😀😀. Jika sudah jadi gunung baru lakukan pengeditan proses sunting. Mengenai bahasa yang tidak baku menurut saya gak apa-apa asal... sesuai pangsa pasar atawa siapa sih tafget pembaca. Misal ke anak remaja pastinya suka bacaan yang ringan kayak bahasa gaul Hilman Hariwijaya pencipta Lupus. Eits soal tanda baca harus sesuai dengan PUEBI misal penggunaan huruf kapital, penulisan awalan dan kata depan 'di' (mohon cari info ya di KBBI digital juga boleh, punten Mbah Google)
Ketiga ; saat blank lebih baik istirahat dulu deh. Refresh otak. Bercanda dg teman, pergi ke mol, nongkrong di parkiran, dan hirup udara segar di luar jendela sambil perhatikan papan reklame, nah tuh kan semangat nulis kembali bergairah. "Tokoh utama tidak mati sia-sia berjuang hingga tetes darah berhenti mengalir."
Keempat; jika masih mengalami sindrom menulis silakan lihat poin 1 - 3 ( hehe, becanda kawan). Tentukan tujuan menulis itu untuk apa
* Sekadar iseng kah
* Biar punya kesibukan, kesannya terlihat produktif.
* Pengen punya buku solo terus dijual menambah income
* Pengen terkenal
* Dan seterusnya dan seterusnya
Kalau udah punya tujuan tempel di dinding " jadwal menulis ku"
Poin terakhir ( saya senang angka 5)
Banyak baca
Membaca gak harus buku. Boleh baca teks lagu, baca brosur-brosur, baca teks film ( saat nonton tentunya), baca resume teman-teman, dan baca petuah-petuah dari 'sesepuh' penulis hebat.
Mudah kan .. mudah banget. So tunggu apalagi mari mulai menulis. "Tebar kebaikan melalui tulisan"
Mentap resumnya, bahasa ringan..
BalasHapusMudah dipahami, kayak makan nasi dan lauk yg cocok
BalasHapusAsyik untuk dibaca Ibu..hebat
BalasHapusSaya kagum, memberikan pencerahan
BalasHapusTerimakasih semua , semangka
BalasHapusSingkat jelas padat
BalasHapus